Sosialisasi

Melalui Upacara Bendera, KPU Boyolali Edukasi Pemilih Pemula di SMK Negeri 1 Boyolali

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Senin (02/02), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melalui keikutsertaannya sebagai Pembina Upacara Bendera di SMK Negeri 1 Boyolali. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU dalam meningkatkan literasi demokrasi serta menumbuhkan kesadaran politik sejak dini, khususnya bagi pemilih pemula. Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., menyampaikan amanat mengenai pentingnya memahami nilai-nilai demokrasi dan peran strategis generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Dalam amanatnya, Nyuwardi menegaskan bahwa kehadiran KPU di lingkungan sekolah bukan untuk mengarahkan pilihan politik tertentu, melainkan untuk memberikan pendidikan pemilih agar para pelajar tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, para siswa diajak untuk memahami makna penting satu suara dalam proses demokrasi, menolak praktik politik uang serta ujaran kebencian, dan menjadi pemilih yang rasional, kritis, serta berlandaskan pada nilai-nilai kejujuran. Nyuwardi juga mendorong para pelajar untuk berperan sebagai pelopor partisipasi aktif dan positif dalam kehidupan demokrasi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula bahwa berdasarkan data kepemiluan, hampir setengah dari total pemilih nasional berasal dari kalangan generasi muda. Oleh karena itu, pelajar di Kabupaten Boyolali diharapkan mampu menjadi pemilih pemula yang cerdas, tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu (hoaks), serta mampu menggunakan hak pilihnya secara bijak dan bertanggung jawab pada setiap tahapan pemilu yang akan datang.

KPU Boyolali Ajak Pelajar SMAN 1 Banyudono Jadi Pemilih Cerdas

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Senin (12/01), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih melalui peran sebagai Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Banyudono. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU dalam memperluas edukasi kepemiluan kepada pemilih pemula. Kepala SMAN 1 Banyudono, Tri Andari Setyaningrum, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim KPU. Ia berharap materi yang diberikan dapat membantu siswa memahami pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan umum sejak dini. Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Boyolali, Nyuwardi, S.Pd., M.Si.,  bertindak sebagai Pembina Upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya memahami nilai demokrasi serta peran strategis pemilih pemula dalam menentukan arah bangsa. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPU Boyolali untuk memberikan pemahaman sehingga generasi muda dapat menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan mampu mempertanggungjawabkan hak pilihnya. Para siswa diajak untuk menyadari arti penting satu suara, menolak praktik politik uang dan ujaran kebencian, serta membangun sikap kritis dalam menerima informasi. Mereka juga didorong menjadi pelopor kejujuran dan partisipasi aktif di lingkungan sekitar. Nyuwardi turut menyoroti besarnya kontribusi pemilih muda dalam peta pemilih nasional, yang jumlahnya hampir mencapai setengah dari total pemilih. Kondisi ini menegaskan pentingnya kesiapan pelajar sebagai bagian dari kelompok strategis dalam proses demokrasi. Melalui kegiatan ini, KPU Boyolali berharap generasi pelajar di Boyolali mampu menjadi pemilih yang cerdas, tangguh terhadap informasi palsu, dan siap berperan dalam pemilu secara bertanggung jawab.

KPU Boyolali Berikan Pendidikan Pemilih kepada Kelompok Perempuan di Rakor Tim Penggerak PKK Kecamatan Boyolali

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Kamis (27/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali mengadakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi kelompok pemilih perempuan dalam forum Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kecamatan Boyolali. Acara berlangsung di Kantor Kelurahan Banaran dan diikuti peserta dari unsur PKK dan perwakilan komunitas perempuan di wilayah kecamatan. Kegiatan ini menghadirkan Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, Nyuwardi, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam demokrasi. Berdasarkan materi yang disampaikan, perempuan mencakup lebih dari separuh total pemilih nasional dan memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah pembangunan. Demokrasi yang kuat juga menuntut representasi perempuan yang memadai sebagai bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara. Nyuwardi menjelaskan kembali sejumlah hak perempuan dalam pemilu, antara lain hak memilih tanpa tekanan, hak memperoleh informasi kepemiluan, hak menjadi peserta maupun pengurus partai politik, serta hak atas akses TPS yang aman dan ramah gender. Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang kerap dihadapi perempuan, seperti beban ganda dalam rumah tangga, keterbatasan akses informasi, risiko hoaks, kekerasan berbasis gender online, hingga kerentanan terhadap politik uang. Materi kemudian berfokus pada pentingnya literasi politik dan literasi digital. Peserta diajak memahami tahapan pemilu, memeriksa daftar pemilih, hingga memilih secara rasional berdasarkan sumber informasi resmi. Pada aspek literasi digital, peserta diingatkan untuk berhati-hati terhadap penyebaran hoaks, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan. Dalam sesi berikutnya, Nyuwardi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, antara lain sebagai pemilih cerdas, penggerak partisipasi keluarga dan komunitas, pemantau pemilu berbasis komunitas, advokat isu perempuan, hingga berpeluang menjadi kandidat maupun pejabat publik. Ia mengajak peserta untuk membangun komitmen bersama: siap menjadi pemilih cerdas, siap melawan hoaks, siap mengajak keluarga berpartisipasi, dan siap menyuarakan kepentingan perempuan. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, peserta mengajukan beragam pertanyaan seputar kepemiluan dan peran perempuan dalam proses demokrasi. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif yang berisi materi kepemiluan. Peserta tampak antusias dan menyambut baik inisiatif KPU Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan kapasitas literasi politik perempuan.

KPU Boyolali Gelar Pendidikan Pemilih untuk Disabilitas, Dorong Partisipasi Politik yang Inklusif

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali kembali melaksanakan program Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan menyasar segmen pemilih disabilitas. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025, di Aula Kantor Kecamatan Selo. Acara ini menghadirkan Nyuwardi, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat serta Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Boyolali, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Nyuwardi menekankan pentingnya kesadaran politik bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa setiap suara memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah. Pesan tersebut menjadi pengantar untuk menggugah peserta agar memahami nilai partisipasi dalam pemilu maupun pilkada. Program ini merupakan bagian dari agenda KPU Kabupaten Boyolali pada masa pasca Tahapan Pilkada Serentak 2024. Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, KPU berupaya memperluas pemahaman politik di kalangan pemilih disabilitas, mendorong lahirnya kader demokrasi, serta meningkatkan literasi politik yang lebih merata. Sesi diskusi berlangsung aktif. Peserta banyak bertanya mengenai peluang partisipasi bagi pemilih disabilitas dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, mulai dari akses layanan TPS hingga dukungan fasilitas pendukung. Selain itu, sejumlah peserta menyampaikan saran terkait peningkatan layanan pemilu yang lebih ramah disabilitas di masa mendatang. KPU Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemilihan yang inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh kelompok masyarakat. Melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan seperti ini, KPU berharap kualitas partisipasi politik dari segmen disabilitas semakin kuat dan penyelenggaraan pemilu ke depan semakin adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

Bangun Kesadaran Demokrasi, KPU Boyolali Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Cepogo

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Cepogo pada Senin (3/11). Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Cepogo, Djoko Heriyanto, menyambut baik kehadiran Tim KPU Boyolali. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu dan memahami pentingnya peran mereka sebagai pemilih pemula. Sebagai Pembina Upacara, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Boyolali, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., menyampaikan amanat mengenai makna demokrasi dan tanggung jawab generasi muda dalam menentukan arah bangsa melalui suara mereka. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPU bukan untuk mengarahkan pilihan, melainkan untuk mendidik agar para calon pemilih menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Dalam amanatnya, Nyuwardi mengajak siswa untuk memahami arti penting satu suara, menolak politik uang dan ujaran kebencian, serta menjadi pemilih rasional dan kritis. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung kejujuran dan partisipasi aktif sebagai bentuk perjuangan masa kini. “Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, kini perjuangan generasi muda adalah menjaga integritas dalam demokrasi,” ujarnya. Sebagai penutup, Nyuwardi mengundang para siswa untuk berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Boyolali. RPP menjadi sarana edukasi kepemiluan yang bersifat terbuka dan interaktif, dirancang untuk menumbuhkan kesadaran politik masyarakat melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik dan informatif.

KPU Boyolali Ajak Siswa SMA Negeri 1 Boyolali Jadi Pemilih Cerdas Lewat Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali terus menggencarkan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih. Pada Senin (6/10), KPU Boyolali hadir di SMA Negeri 1 Boyolali dengan menjadi pembina upacara bendera sekaligus memberikan pembekalan tentang pentingnya demokrasi dan partisipasi dalam Pemilu. Kepala SMA Negeri 1 Boyolali, Bambang Prihantoro, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim KPU Boyolali. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini kepada para pelajar. Sebagai pembina upacara, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa dan bintang penuntun demokrasi Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus terus dihidupkan dalam perilaku generasi muda agar demokrasi tetap berakar pada nilai luhur bangsa. Dalam kesempatan itu, Nyuwardi juga menyoroti peran penting pemuda dalam demokrasi. Ia menyebutkan bahwa hampir separuh dari total pemilih nasional berasal dari kalangan muda. Karena itu, pelajar Boyolali diharapkan tumbuh menjadi pemilih cerdas yang kritis terhadap informasi, tidak mudah terpengaruh berita palsu, dan mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan pemilih, Nyuwardi mengundang para siswa untuk berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Boyolali. RPP berfungsi sebagai pusat edukasi dan diskusi tentang kepemiluan, tempat masyarakat belajar memahami proses demokrasi secara interaktif. Rumah Pintar Pemilu didirikan sebagai wahana pendidikan demokrasi dan kepemiluan, pusat studi dan riset tentang pemilu, serta ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi dan menyalurkan ide pembaruan dalam bidang kepemiluan. Melalui keberadaan RPP, KPU Boyolali berharap seluruh segmen masyarakat, termasuk generasi muda, dapat semakin memahami arti penting partisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan.