Sosialisasi

KPU Boyolali Berikan Pendidikan Pemilih kepada Kelompok Perempuan di Rakor Tim Penggerak PKK Kecamatan Boyolali

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Kamis (27/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali mengadakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan bagi kelompok pemilih perempuan dalam forum Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Kecamatan Boyolali. Acara berlangsung di Kantor Kelurahan Banaran dan diikuti peserta dari unsur PKK dan perwakilan komunitas perempuan di wilayah kecamatan. Kegiatan ini menghadirkan Kadiv Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, Nyuwardi, sebagai pemateri. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam demokrasi. Berdasarkan materi yang disampaikan, perempuan mencakup lebih dari separuh total pemilih nasional dan memiliki kontribusi besar dalam menentukan arah pembangunan. Demokrasi yang kuat juga menuntut representasi perempuan yang memadai sebagai bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara. Nyuwardi menjelaskan kembali sejumlah hak perempuan dalam pemilu, antara lain hak memilih tanpa tekanan, hak memperoleh informasi kepemiluan, hak menjadi peserta maupun pengurus partai politik, serta hak atas akses TPS yang aman dan ramah gender. Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang kerap dihadapi perempuan, seperti beban ganda dalam rumah tangga, keterbatasan akses informasi, risiko hoaks, kekerasan berbasis gender online, hingga kerentanan terhadap politik uang. Materi kemudian berfokus pada pentingnya literasi politik dan literasi digital. Peserta diajak memahami tahapan pemilu, memeriksa daftar pemilih, hingga memilih secara rasional berdasarkan sumber informasi resmi. Pada aspek literasi digital, peserta diingatkan untuk berhati-hati terhadap penyebaran hoaks, menjaga keamanan data pribadi, serta menggunakan kanal resmi pemerintah sebagai rujukan. Dalam sesi berikutnya, Nyuwardi menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, antara lain sebagai pemilih cerdas, penggerak partisipasi keluarga dan komunitas, pemantau pemilu berbasis komunitas, advokat isu perempuan, hingga berpeluang menjadi kandidat maupun pejabat publik. Ia mengajak peserta untuk membangun komitmen bersama: siap menjadi pemilih cerdas, siap melawan hoaks, siap mengajak keluarga berpartisipasi, dan siap menyuarakan kepentingan perempuan. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, peserta mengajukan beragam pertanyaan seputar kepemiluan dan peran perempuan dalam proses demokrasi. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan kuis interaktif yang berisi materi kepemiluan. Peserta tampak antusias dan menyambut baik inisiatif KPU Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan kapasitas literasi politik perempuan.

KPU Boyolali Gelar Pendidikan Pemilih untuk Disabilitas, Dorong Partisipasi Politik yang Inklusif

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali kembali melaksanakan program Pendidikan Pemilih Berkelanjutan dengan menyasar segmen pemilih disabilitas. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025, di Aula Kantor Kecamatan Selo. Acara ini menghadirkan Nyuwardi, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat serta Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Boyolali, sebagai narasumber. Dalam paparannya, Nyuwardi menekankan pentingnya kesadaran politik bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas. Ia mengingatkan bahwa setiap suara memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan daerah. Pesan tersebut menjadi pengantar untuk menggugah peserta agar memahami nilai partisipasi dalam pemilu maupun pilkada. Program ini merupakan bagian dari agenda KPU Kabupaten Boyolali pada masa pasca Tahapan Pilkada Serentak 2024. Melalui pendidikan pemilih yang berkelanjutan, KPU berupaya memperluas pemahaman politik di kalangan pemilih disabilitas, mendorong lahirnya kader demokrasi, serta meningkatkan literasi politik yang lebih merata. Sesi diskusi berlangsung aktif. Peserta banyak bertanya mengenai peluang partisipasi bagi pemilih disabilitas dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024, mulai dari akses layanan TPS hingga dukungan fasilitas pendukung. Selain itu, sejumlah peserta menyampaikan saran terkait peningkatan layanan pemilu yang lebih ramah disabilitas di masa mendatang. KPU Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemilihan yang inklusif dan dapat dijangkau oleh seluruh kelompok masyarakat. Melalui program pendidikan pemilih berkelanjutan seperti ini, KPU berharap kualitas partisipasi politik dari segmen disabilitas semakin kuat dan penyelenggaraan pemilu ke depan semakin adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

Bangun Kesadaran Demokrasi, KPU Boyolali Jadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Cepogo

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dengan menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 1 Cepogo pada Senin (3/11). Plt. Kepala Sekolah SMAN 1 Cepogo, Djoko Heriyanto, menyambut baik kehadiran Tim KPU Boyolali. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu dan memahami pentingnya peran mereka sebagai pemilih pemula. Sebagai Pembina Upacara, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Boyolali, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., menyampaikan amanat mengenai makna demokrasi dan tanggung jawab generasi muda dalam menentukan arah bangsa melalui suara mereka. Ia menegaskan bahwa kehadiran KPU bukan untuk mengarahkan pilihan, melainkan untuk mendidik agar para calon pemilih menjadi pribadi yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab. Dalam amanatnya, Nyuwardi mengajak siswa untuk memahami arti penting satu suara, menolak politik uang dan ujaran kebencian, serta menjadi pemilih rasional dan kritis. Ia juga menekankan pentingnya menjunjung kejujuran dan partisipasi aktif sebagai bentuk perjuangan masa kini. “Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, kini perjuangan generasi muda adalah menjaga integritas dalam demokrasi,” ujarnya. Sebagai penutup, Nyuwardi mengundang para siswa untuk berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Boyolali. RPP menjadi sarana edukasi kepemiluan yang bersifat terbuka dan interaktif, dirancang untuk menumbuhkan kesadaran politik masyarakat melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik dan informatif.

KPU Boyolali Ajak Siswa SMA Negeri 1 Boyolali Jadi Pemilih Cerdas Lewat Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali terus menggencarkan kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih. Pada Senin (6/10), KPU Boyolali hadir di SMA Negeri 1 Boyolali dengan menjadi pembina upacara bendera sekaligus memberikan pembekalan tentang pentingnya demokrasi dan partisipasi dalam Pemilu. Kepala SMA Negeri 1 Boyolali, Bambang Prihantoro, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim KPU Boyolali. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana yang baik untuk menanamkan kesadaran demokrasi sejak dini kepada para pelajar. Sebagai pembina upacara, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya Pancasila sebagai jiwa bangsa dan bintang penuntun demokrasi Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus terus dihidupkan dalam perilaku generasi muda agar demokrasi tetap berakar pada nilai luhur bangsa. Dalam kesempatan itu, Nyuwardi juga menyoroti peran penting pemuda dalam demokrasi. Ia menyebutkan bahwa hampir separuh dari total pemilih nasional berasal dari kalangan muda. Karena itu, pelajar Boyolali diharapkan tumbuh menjadi pemilih cerdas yang kritis terhadap informasi, tidak mudah terpengaruh berita palsu, dan mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Sebagai bagian dari kegiatan pendidikan pemilih, Nyuwardi mengundang para siswa untuk berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Boyolali. RPP berfungsi sebagai pusat edukasi dan diskusi tentang kepemiluan, tempat masyarakat belajar memahami proses demokrasi secara interaktif. Rumah Pintar Pemilu didirikan sebagai wahana pendidikan demokrasi dan kepemiluan, pusat studi dan riset tentang pemilu, serta ruang bagi masyarakat untuk berdiskusi dan menyalurkan ide pembaruan dalam bidang kepemiluan. Melalui keberadaan RPP, KPU Boyolali berharap seluruh segmen masyarakat, termasuk generasi muda, dapat semakin memahami arti penting partisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan.

KPU Boyolali Ajak Siswa MAN 3 Boyolali Wujudkan Demokrasi Berintegritas dan Pemimpin Berkarakter

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali kembali melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih bagi generasi muda. Pada Selasa (30/09), KPU Boyolali berkesempatan menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pemilu bagi Pemilih Pemula sekaligus mendukung pelaksanaan Kampanye Terbuka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM Masa Bakti 2025/2026 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Boyolali. Dalam kegiatan tersebut, Nyuwardi, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, menyampaikan materi bertema “Demokrasi Berintegritas, Pemimpin Berkarakter.” Ia mengajak seluruh siswa untuk memahami demokrasi sebagai sistem dari, oleh, dan untuk siswa, yang dijalankan dengan prinsip jujur, adil, transparan, partisipatif, dan akuntabel. Nyuwardi menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilihan OSIM merupakan miniatur Pemilu nasional, karena memiliki tahapan yang sama, mulai dari pendaftaran calon, kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan hasil. Melalui proses ini, para siswa dapat belajar langsung tentang pentingnya kejujuran, sportivitas, dan menghargai perbedaan pilihan dalam berdemokrasi. Dalam paparannya, Nyuwardi juga menekankan pentingnya karakter kepemimpinan bagi para calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM. Seorang pemimpin, katanya, harus memiliki kejujuran, tanggung jawab, kebijaksanaan, visi yang jelas, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi. “Pemimpin OSIM adalah pemimpin amanah, bukan sekadar populer, tapi mampu memberi contoh dan membawa perubahan,” tegasnya. Ia menutup sesi dengan pesan motivasi kepada seluruh peserta. Pemilih diharapkan menggunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab, calon pemimpin diminta tidak sekadar berjanji, tetapi membuktikan komitmennya dengan tindakan nyata, sementara panitia pemilihan harus bersikap adil, profesional, dan menjaga netralitas selama proses berlangsung. Menurut Nyuwardi, demokrasi tanpa integritas akan melahirkan pemimpin yang bermasalah, dan pemimpin tanpa karakter akan sulit membawa perubahan. Karena itu, Pemilihan OSIM diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai demokrasi yang sehat dapat tumbuh di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Boyolali berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini, agar generasi muda menjadi pemilih cerdas, berintegritas, dan bersemangat berpartisipasi dalam setiap proses demokrasi.

KPU Boyolali Ajak Pemilih Pemula Wujudkan Demokrasi Sehat Lewat Sosialisasi Pendidikan Politik

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Jumat (12/09), Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Boyolali, Nyuwardi, menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kabupaten Boyolali di SMA Negeri 1 Boyolali. Dalam penyampaiannya, Nyuwardi menegaskan bahwa pemilu merupakan sarana rakyat untuk memilih pemimpin sekaligus perwujudan nyata demokrasi di Indonesia. Tingginya partisipasi masyarakat disebutnya sebagai indikator demokrasi yang sehat. Ia juga memaparkan data Pilkada 2024 yang menunjukkan bahwa generasi Z berusia 17–27 tahun menjadi kelompok signifikan, dengan jumlah lebih dari 170 ribu orang atau sekitar 20 persen dari total pemilih di Boyolali. Banyak dari pemilih pemula ini berasal dari kalangan pelajar SMA dan SMK. Karena itu, suara generasi muda dinilai memiliki pengaruh besar terhadap arah masa depan bangsa. Nyuwardi mengingatkan agar pemilih pemula menggunakan hak pilih dengan bijak, sebab pilihan mereka akan menentukan jalannya pemerintahan. Ia menekankan pentingnya sikap sadar akan nilai satu suara, mencari informasi yang benar, bersikap kritis dan rasional, serta menolak praktik politik uang. Lebih jauh, pemilih pemula juga didorong untuk tidak golput dan ikut membangun kesadaran kolektif di lingkungan sekitar demi memperkuat partisipasi pemilu. “Pemilu adalah pengalaman belajar tanggung jawab sebagai warga negara. Pemilih pemula adalah agen perubahan yang dapat membawa Indonesia menuju masa depan lebih baik melalui suara yang cerdas,” ujar Nyuwardi. Pesan penutup dari kegiatan ini menekankan bahwa generasi muda harus menggunakan hak pilih secara kritis, cerdas, dan penuh tanggung jawab demi terwujudnya Boyolali dan Indonesia yang lebih baik.

Populer

Belum ada data.