Berita Terkini

Terima Kunjungan Kerja KPU Provinsi Jawa Tengah, KPU Boyolali Siap Melaksanakan Tahapan Pemilu Serentak 2024

BOYOLALI — Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Ali Fahrudin, bersama seluruh Anggota KPU Kabupaten Boyolali, yaitu Maya Yudayanti, Siti Ulfah, Pardiman, dan M. Rohani, menerima kunjungan kerja KPU Provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis (09/06).   KPU Provinsi Jawa Tengah melaksankan kunjungan kerja dalam rangka monitoring Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dan koordinasi terkait persiapan tahapan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024. Dalam kesempatan tersebut, KPU Kabupaten Boyolali menyampaikan sejauh mana kesiapan setiap divisi jelang penyelenggaraan Pemilu 2024 yang tahapannya akan segera dimulai, yaitu pada tanggal 14 Juni 2022 mendatang. KPU Kabupaten Boyolali berkomitmen melaksanakan tahapan dengan sebaik-baiknya untuk Pemilu dan Pemilihan yang berkualitas.   Henry Wahyono selaku Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Data dan Informasi menyampaikan bahwa KPU RI telah menurunkan data hasil pemadanan antara data pemilih berkelanjutan semester 2 tahun 2021 dengan data kependudukan Kemendagri untuk dicermati dan dimutakhirkan pada Daftar Pemilih Berkelanjutan Berikutnya yang dikirimkan ke KPU Kabupaten/Kota. Dengan turunnya data konsolidasi dari Kemendagri akan memudahkan KPU Kabupaten/Kota dalam mengkonsolidasikan data pemilih.

KPU Kabupaten Boyolali Menghadiri Kegiatan Penyampaian RAB Dana Hibah Pilkada Kabupaten Boyolali Tahun 2024

BOYOLALI — KPU Kabupaten Boyolali menghadiri kegiatan Penyampaian RAB Dana Hibah Pilkada Kabupaten Boyolali Tahun 2024 (RAB 2023 dan RAB 2024) pada hari Selasa (26/04). Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Fasilitasi Dana Hibah Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Boyolali Tahun 2024. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bawaslu Kabupaten Boyolali tersebut diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Boyolali bertempat di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten Boyolali. Kegiatan berlangsung dengan membahas penyelarasan anggaran Pilkada 2024. Dalam hal ini, KPU sebagai Badan Penyelenggara Pemilu telah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Pilkada yang berkualitas, termasuk persiapan penganggaran.

Sebanyak 978 Pemilih Baru pada Januari 2022 Ditetapkan oleh KPU Kabupaten Boyolali

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boyolali mengumumkan Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Bulan Januari 2022 sebanyak 816.029 (Delapan Ratus Enam Belas Ribu Dua Puluh Sembilan) dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 404.457 (Empat Ratus Empat Ribu Empat Ratus Lima Puluh Tujuh) pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 411.572 (Empat Ratus Sebelas Ribu Lima Ratus Tujuh Puluh Dua) Pemilih, sementara itu pemilih baru berjumlah 978 terdiri dari pemilih laki-laki 469 dan perempuan 509, sedangkan pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sejumlah 456 yang terdiri dari pemilih laki-laki 229 dan pemilih perempuan 227, yang tersebar di 22 (dua puluh dua) Kecamatan. Pengumuman PDPB Bulan Januari 2022 dapat dilihat disini. Pardiman, selaku Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Boyolali mengatakan bahwa dilaksanakannya Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) ini bagi KPU Kabupaten Boyolali menjadi sebuah tanggung jawab untuk bisa meningkatkan kualitas Daftar Pemilih dalam Pemilu atau Pemilihan selanjutnya. Bagi warga Boyolali dapat melakukan laporan dan perubahan data pemilih pribadi dengan cara datang langsung ke Kantor KPU Kabupaten Boyolali pada jam kerja atau mengakses link http://bit.ly/PemilihBoyolali. Penetapan rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan belangsung dalam rapat pleno di aula KPU Kabupaten Boyolali Senin, (31/1), pukul 14.09 (Empat Belas Nol Sembilan) WIB, hal ini merupakan hasil koordinasi KPU Kabupaten Boyolali bersama instansi terkait, yaitu Polres Boyolali, Kodim 0724 Boyolali, Pengadilan Negeri Boyolali, Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boyolali, dan masukan masyarakat.

Rapat Koordinasi KPU Kabupaten Boyolali Umumkan Jumlah Pemilih Sampai Desembar 2021 Sebanyak 815.507

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boyolali mengadakan rapat koordinasi dalam rangka Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan dengan jumlah sebanyak 815.507 (Delapan Ratus Lima Belas Ribu Lima Ratus Tujuh) dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 404.217 (Empat Ratus Empat Ribu Dua Ratus Tujuh Belas) pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 411.290 (Empat Ratus Sebelas Ribu Dua Ratus Sembilan Puluh) pemilih yang tersebar di 22 (dua puluh dua) Kecamatan. Potensi penambahan pemilih baru pada Desember 2021 berjumlah 1.893 sedangkan pemilih yang TMS berjumlah 512. Rapat Koordinasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan belangsung secara santai dan penuh khitmat. Rapat koordinasi KPU Kabupaten Boyolali bersama instansi terkait berlangsung dari jam 09.00. Terdapat beberapa masukan yang disampaikan kepada KPU Boyolali. Polres Boyolali menyampaikan bahwa sudah selama satu tahun ini memberi data ke KPU berkenaan dengan Polri yang pensiun dan masyarakat sipil yang menjadi anggota Polri Boyolali. Pengadilan Negeri Boyolali memberi tanggapan hampir satu tahun ini tidak ada warga Boyolali yang dicabut hak pilihnya dan dikembalikan hak pilihnya. Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Boyolali dalam menyampaikan data setiap bulannya hampir ada pernikahan dibawah umur, sehingga data yang diberikan ke KPU selama ini berjalan dengan baik. Selanjutnya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boyolali memberi masukan dan tanggapan terkait masih banyaknya penduduk yang belum sadar untuk melaporkan keluarganya yang meninggal dunia walaupun kesadaran untuk rekam KTP sudah mulai tumbuh. Rutan Kelas II. B menyampaikan bahwa penduduk Boyolali yang di Rutan sebanyak 51 orang sampai Desember 2021 ini. Kemudian, Bawaslu Kab Boyolali memberi masukan dan mengapresiasi rapat koordinasi ini sehingga diharapakan data pemilih semakin baik dan mutakhir serta komprehensif. Lebih lanjut, Bawaslu berharap rapat koordinasi diperluas melibatkan dinas-dinas lainnya, seperti dinas sosial. Pun berharap data yang tidak memenuhi syarat (TMS) merupakan data yang valid. Pimpinan Partai Politik, seperti dari PDIP berharap data penduduk di tiga kecamatan baru menjadi prioritas untuk segera diselesaikan kepindahan data penduduknya, seperti di Tamansari, Gladagsari dan Wonosamodro. Dari Golkar meminta jangan sampai data pemilih yang lebih terbuka membuat pemilu menjadi tidak luber. Dilaksanakannya Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) ini menjadi tanggung jawab KPU Kabupaten Boyolali untuk dapat meningkatkan kualitas Daftar Pemilih dalam Pemilu atau Pemilihan selanjutnya. Pardiman, selaku Anggota KPU Boyolali Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi menyampaikan bahwa warga Boyolali dapat melakukan laporan dan perubahan data pemilih pribadi dengan cara datang langsung ke Kantor KPU Kabupaten Boyolali pada jam kerja atau mengakses http://bit.ly/PemilihBoyolali.

KPU Kabupaten Boyolali Umumkan Potensi Pemilih Baru Sebanyak 1.346

BOYOLALI - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Boyolali mengumumkan Rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Bulan November 2021 sebanyak 814.125 (Delapan Ratus Empat Belas Ribu Seratus Dua Puluh Lima) dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 403.537 (Empat Ratus Tiga Ribu Lima Ratus Tiga Puluh Tujuh) pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah 410.588 (Empat Ratus Sepuluh Ribu Lima Ratus Delapan Puluh Delapan) dan Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 457 (Empat Ratus Lima Puluh Tujuh} yang terdiri dari pemilih laki-laki 212 (Dua Ratus Dua  Belas)  dan perempuan 245 (Dua Ratus Empat Puluh Lima).Pemilih tersebar di 22 (dua puluh dua) Kecamatan. Penetapan rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan belangsung dalam rapat pleno di aula KPU Kabupaten Boyolali Selasa, (30/11), pukul 13.55 WIB, hal ini merupakan hasil koordinasi KPU Kabupaten Boyolali bersama instansi sebagai terkait, Polres Boyolali; Kodim 0724 Boyolali; Pengadilan Negeri Boyolali; Kementerian Agama Kabupaten Boyolali; Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Boyolali; dan Masukan masyarakat. Pardiman, selaku Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kabupaten Boyolali mengatakan dilaksanakannya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) ini bagi KPU Kabupaten Boyolali adalah menjadi sebuah tanggung jawab untuk bisa meningkatkan kualitas Daftar Pemilih dalam Pemilu atau Pemilihan selanjutnya. Bagi warga Boyolali dapat melakukan laporan dan perubahan data pemilih pribadi dengan cara datang langsung ke Kantor KPU Kabupaten Boyolali pada jam kerja atau mengakses link http://bit.ly/PemilihBoyolali.

Penyerahan Penghargaan Lomba Pemilos Tingkat SMA/SMK dan MA Tahun 2021

kpu boyolali - Setelah melewati proses penilaian juri, pada tanggal 26 November 2021 KPU Kabupaten Boyolali menyerahkan penghargaan Lomba Pemilos Tingkat SMA/SMK dan MA se Kabupaten Boyolali Tahun 2021. Kegiatan tersebut menjadi akhir dari proses Lomba Pemilos Tahun 2021 yang telah dimulai pendaftarannya 4 Oktober 2021 sampai dengan 19 November 2021. Dari kurang lebih 30 sekolah yang berpartisipasi dalam lomba Pemilos, terpilih 6 kategori  juara. Untuk Juara 1 Pemilos - SMK Negeri 1 Boyolali, Juara 2 Pemilos - SMA Negeri 1 Simo, Juara 3 Pemilos - SMA Negeri 2 Boyolali, Juara Favorit Pemungutan Suara Terbaik - SMK Negeri 1 Nogosari, Juara Favorit Sosialisasi Terbaik - SMA Negeri 1 Boyolali, Juara Favorit Kampanye Terbaik - SMA Negeri 1 Cepogo. Dalam sambutan kegiatan tersebut, Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin menyampaikan pentingnya pemilih pemula dalam demokrasi, untuk itu KPU Kabupaten Boyolali selalu berupaya untuk memberikan sosialisasi dan pendidikan pemilih bagi pemilih pemula. Lomba Pemilos merupakan salah satu bentuk upaya untuk melatih siswa dalam proses demokrasi.  Kepala Cabang Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, S.Pd, M.Eng menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Boyolali yang telah mengadakan kegiatan yang positif siswa siswi SMA dan SMK di Kabupaten Boyolali. Harapannya kegiatan Lomba Pemilos dapat berkelanjutan, sehingga kesadaran berdemokrasi pemilih pemula dapat tumbuh dengan baik. Pemilih pemula merupakan bagian penting dalam proses demokrasi di Indonesia khususnya Boyolali Jawa Tengah, sudah seharusnya siswa dapat berperan aktif atau memiliki sikap dalam memilih saat Pemilu maupun Pemilihan.