Berita Terkini

Penguatan Internal, KPU Boyolali Bahas Pencegahan Kekerasan Seksual Bersama DP2KBP3A

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Selasa (9/12), KPU Kabupaten Boyolali menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di lingkungan kerja bertempat di Aula Kantor KPU Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Boyolali dan menjadi bagian dari upaya penguatan internal KPU dalam menciptakan ruang kerja yang aman serta berperspektif perlindungan. Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Maya Yudayanti, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa peningkatan pemahaman pegawai mengenai isu pencegahan kekerasan seksual sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh jajaran. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini menjadi ruang edukasi agar seluruh pegawai memiliki pengetahuan yang memadai untuk mengenali, mencegah, dan menindaklanjuti potensi kekerasan seksual di lingkungan lembaga. Narasumber dari DP2KBP3A Boyolali, Sri Hastuti, S.SiT., M.Kes., selaku Penyuluh Sosial Ahli Muda, menjelaskan bahwa kekerasan seksual merupakan fenomena gunung es sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk mencegahnya. Ia menyoroti pentingnya sikap peduli dan saling menghargai sebagai bagian dari strategi pencegahan. Hastuti juga memberikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Boyolali atas perhatian serius dalam membangun lingkungan kerja yang aman, termasuk melalui Keputusan KPU Nomor 1341 Tahun 2024 sebagai payung kebijakan dalam pencegahan kekerasan seksual. Anggota KPU Kabupaten Boyolali, Nyuwardi, yang membidangi Sosdiklih, Parmas dan SDM sekaligus koordinator jaring informasi pencegahan kekerasan seksual, turut mengingatkan kembali fungsi jaring informasi, salah satunya membantu Satgas Pencegahan Kekerasan Seksual di tingkat KPU Provinsi Jawa Tengah dalam proses pelaporan apabila terjadi kasus. Ia menegaskan komitmen KPU Kabupaten Boyolali untuk menjaga lingkungan kerja yang kondusif, aman, dan nyaman guna mendukung pelaksanaan tugas serta penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan seluruh anggota KPU Kabupaten Boyolali serta seluruh jajaran sekretariat. Melalui sosialisasi ini, KPU Kabupaten Boyolali berharap seluruh pegawai dapat semakin memahami peran dan tanggung jawab dalam menciptakan ruang kerja yang bebas dari kekerasan seksual.

KPU Boyolali Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan IV Tahun 2025

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Senin (8/12), KPU Kabupaten Boyolali mengadakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV Tahun 2025 di Aula Kantor KPU Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjelang tahapan kepemiluan berikutnya. Rapat pleno dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Bawaslu Kabupaten Boyolali, Polres Boyolali, Kodim 0724 Boyolali, Setda Kabupaten Boyolali, Rutan Kelas IIB Boyolali, Kantor Kemenag Kabupaten Boyolali, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Boyolali, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boyolali, Bakesbangpol Kabupaten Boyolali, partai politik peserta Pemilu 2024, serta Perisai Demokrasi Bangsa Boyolali. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga integritas data pemilih di wilayah Boyolali. Melalui pleno ini, KPU Kabupaten Boyolali menetapkan hasil rekapitulasi PDPB Triwulan IV Tahun 2025 dengan total 848.744 pemilih, terdiri atas 419.610 pemilih laki-laki dan 429.134 pemilih perempuan. Seluruh pemilih tersebut tersebar di 22 kecamatan dan 267 desa/kelurahan. KPU Kabupaten Boyolali juga menyampaikan bahwa proses pemutakhiran data dilakukan dengan menghimpun masukan dari berbagai dinas, instansi, serta masyarakat. Selain itu, KPU menjalankan program “KPU Menjemput Pemilih”, yaitu kegiatan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk memastikan siswa dan siswi yang sudah memenuhi syarat dapat segera terdaftar sebagai pemilih. Melalui pelaksanaan pleno ini, KPU Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas data pemilih dan memastikan seluruh warga yang memiliki hak pilih tercatat secara benar dalam daftar pemilih berkelanjutan.

Upaya Tingkatkan Aksesibilitas, KPU Boyolali Gelar FGD Bersama Komunitas Difabel

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Jumat (5/12), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB) sebagai langkah untuk memperluas aksesibilitas pelayanan publik dan memastikan layanan kepemiluan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Maya Yudayanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka agar KPU dapat memahami kebutuhan pemilih disabilitas secara lebih tepat. “Tujuan kegiatan ini sederhana. Kami ingin mendapat masukan langsung dari teman-teman FKDB supaya sarana dan prasarana kami semakin aksesibel dan benar-benar bisa digunakan oleh semua pemilih,” ujarnya dalam sesi pembukaan. FGD menghadirkan diskusi yang cukup mendalam mengenai fasilitas, alur pelayanan, serta tantangan yang masih dirasakan penyandang disabilitas ketika berinteraksi dengan layanan KPU. Para peserta menyampaikan pengalaman, harapan, dan berbagai catatan yang menjadi perhatian penting bagi KPU Kabupaten Boyolali. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Wakhid Thoyib, memandu peserta untuk meninjau langsung sarana dan prasarana yang dimiliki KPU Kabupaten Boyolali. Peserta diajak mencoba sejumlah fasilitas agar KPU dapat melihat secara nyata bagian mana yang sudah mendukung dan mana yang masih perlu penyesuaian. Kegiatan ini memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kebutuhan perbaikan di lapangan. Masukan yang dihimpun dari FGD akan menjadi dasar dalam peningkatan standar layanan dan penyempurnaan fasilitas yang diperlukan agar pemilih disabilitas dapat menerima layanan dengan nyaman dan tetap mandiri. Melalui kerja sama dengan FKDB, KPU Kabupaten Boyolali berharap kualitas layanannya semakin inklusif dan mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat.

KPU Boyolali Gelar Rapat Kerja Tata Kelola Arsip untuk Perkuat Manajemen Kearsipan Kelembagaan

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Selasa (2/11) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali, menyelenggarakan Rapat Kerja Tata Kelola Arsip yang diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Boyolali, para Kepala Sub Bagian, serta seluruh staf sekretariat. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang tertib, sistematis, dan berkelanjutan sesuai dengan kebijakan kearsipan di lingkungan KPU. Forum ini membahas evaluasi pelaksanaan tata kelola arsip yang telah berjalan, termasuk penyelarasan mekanisme pengelolaan arsip aktif dan inaktif. Selain itu, peserta rapat turut mengidentifikasi kebutuhan teknis, tantangan, serta strategi untuk meningkatkan kualitas layanan kearsipan sebagai bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan tahapan Pemilu dan Pemilihan. Rapat kerja tidak hanya berfokus pada penyampaian arahan kelembagaan, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk menyamakan persepsi mengenai penataan, pendataan, penyimpanan, hingga pemeliharaan arsip. Upaya ini diharapkan menghasilkan langkah perbaikan yang lebih terukur agar setiap arsip tercatat dengan rapi dan terdokumentasi sesuai standar. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan arsip yang lengkap, autentik, dan akuntabel. Tata kelola arsip yang baik diharapkan dapat menunjang kebutuhan administrasi, pertanggungjawaban, serta pelestarian nilai sejarah kelembagaan secara lebih optimal.

KPU Boyolali Laksanakan Coktas di 12 Kecamatan untuk Pastikan Akurasi Data Pemilih Luar Negeri

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali telah melaksanakan kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) pada 24–28 November 2025 di 12 kecamatan, yaitu Sambi, Banyudono, Gladagsari, Tamansari, Wonosegoro, Cepogo, Mojosongo, Teras, Musuk, Sawit, Ngemplak, dan Ampel. Coktas ini difokuskan pada verifikasi data Pemilih yang tercatat berada di luar negeri. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Boyolali memastikan apakah Pemilih tersebut benar sedang berada di luar negeri atau telah kembali tinggal di Boyolali. Proses pencocokan dilakukan dengan mendatangi langsung alamat Pemilih untuk memperoleh informasi faktual di lapangan. Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Boyolali ikut turun langsung dalam pelaksanaan Coktas. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam menjaga integritas tahapan Pemilu, mengingat proses verifikasi data Pemilih bukan hanya urusan administratif, tetapi menyangkut akurasi hak pilih setiap warga. Pelaksanaan Coktas menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Hasil kegiatan ini akan menjadi bahan penting sebelum penetapan Rekapitulasi PDPB Triwulan IV, sehingga data Pemilih yang digunakan tetap mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

I Love Monday: KPU Boyolali Dalami Pedoman Teknis SPIP untuk Penguatan Tata Kelola

Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id – Senin (1/12), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali membuka awal bulan Desember dengan penyelenggaraan I Love Monday, sebuah forum rutin untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan KPU Kabupaten Boyolali. Pada edisi kali ini, kegiatan mengangkat tema Keputusan KPU Nomor 855 Tahun 2025 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota. Aniek Ambarwati, Anggota KPU Kabupaten Boyolali Divisi Hukum dan Pengawasan, hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Aniek menjelaskan komponen-komponen SPIP, perubahan kebijakan antara aturan sebelumnya dan ketentuan yang berlaku setelah diterbitkannya Keputusan KPU Nomor 855 Tahun 2025, serta gambaran pelaksanaan SPIP yang sudah diterapkan di KPU Kabupaten Boyolali. Ia juga mengajak para peserta memberikan masukan maupun tanggapan terkait kendala yang ditemui selama penerapan SPIP, sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan. Ketua KPU Kabupaten Boyolali, Maya Yudayanti, dalam penutupan kegiatan menegaskan pentingnya rentang kendali dalam pelaksanaan SPIP pada setiap proses dan kegiatan organisasi. Maya menambahkan bahwa rencana aksi SPIP dapat diwujudkan melalui peningkatan pemahaman dan penyamaan persepsi, antara lain melalui sosialisasi, bimbingan teknis, diklat SPIP yang diselenggarakan BPKP atau lembaga kompetensi terkait, forum diskusi terfokus, serta diseminasi informasi melalui berbagai media. Melalui I Love Monday, KPU Kabupaten Boyolali menegaskan komitmennya untuk memperkuat integritas sumber daya manusia dan kelembagaan. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Boyolali serta seluruh jajaran sekretariat KPU Kabupaten Boyolali.