Boyolali, kab-boyolali.kpu.go.id - Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrullah, SH.,M.H mengukuhkan Dewan Pengurus KORPRI Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Masa Bakti 2025-2030, di Ruang Sidang Utama Gedung KPU, Jumat (7/2/2025). Jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Boyolali mengikuti kegiatan Pengukuhan Dewan Pengurus KORPRI Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Masa Bakti 2025-2030 secara daring melalui media Zoom Meeting. Prosesi pengukuhan dihadiri Ketua KPU Mochammad Afifuddin bersama Sekretaris Jenderal KPU Bernad Dermawan Sutrisno yang juga menjabat sebagai Penasehat Dewan Pengurus KORPRI Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Masa Bakti 2025-2030. Dalam sambutannya Zudan mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas kepada pengurus Dewan Pengurus KORPRI Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Masa Bakti 2025-2030. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada pengurus KORPRI sebelumnya yang sempat dilantik di ruang yang sama. “Enam atau tujuh tahun lalu,” ujar Zudan. Berikutnya Zudan mengucapkan terima kasih atas partisipasi KPU disetiap kegiatan KORPRI nasional. Tidak kalah penting dia mengingatkan tugas utama KORPRI yakni memperkokoh NKRI. Dia juga memberikan penilaian positif atas pengukuhan Dewan Pengurus KOPRI Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum Masa Bakti 2025-2030 yang dilakukan serentak, diikuti hingga tingkat provinsi dan kab/kota. Acungan jempol juga karena komposisi Dewan Pengurus KORPRI KPU ideal, dengan pengurus yang berisikan orang-orang lintas generasi. “Ini komposisi ideal saya lihat. Yang ‘maghrib’ sudah ada tapi yang masih ‘dhuha’, ‘zuhur’ banyak, jadi kaderisasinya bagus. Jadi kalau nanti ada yang pensiun yang melanjutkan di bawahnya itu sudah siap. Karena rata-rata ketika semua (pengurus) dipasang sudah mendekati ‘maghrib’, saat selesai itu terpotong kadernya kosong. Saya yakin ini yang ‘zuhur’ banyak,” kata Zudan. Hal lain, Zudan berpesan agar KORPRI, khususnya di Setjen KPU untuk membangun ikatan yang kuat dan membuat program yang bermanfaat untuk kepentingan anggota. Misalnya olahraga, seni, budaya. “Kalau kami di BKN dikuatkan di olahraga. Kalau nasional ada KORPRI RUN, e-sport. Kalau mau mengadakan bakti sosial, ada kerja sama dengan berbagai daerah operasi katarak, bibir sumbing, panti asuhan, sembako bisa kita lakukan,” ucap Zudan. Program lainnya yang dapat dilakukan seperti perlindungan hukum hingga pendiri koperasi, pengembangan karir dan digitalisasi birokrasi. “Karena tugas KORPRI itu menempel dengan tugas pemerintah. Hal-hal yang tidak bisa dilakukan pemerintah, yang belum dilakukan pemerintah silakan dilakukan, misalnya mengurus anggota yang sakit atau meninggal dunia, dibuat divisi persemayaman anggota KORPRI. (Intinya) mari kita hidupkan terus KORPRI untuk kepentingan anggotanya,” tutup Zudan.